rumah itu terlihat indah ketika ia di gambar
dan mulai terasa susah ketika ia dibangun
ketika ia sudah dibangun, terasa sesak ketika ia diisi
dan kesesakan itu tidak terasa karena banyak senyum terpancar
dan impian yang dianggap telah terwujud..
tawa dan canda menghiasi rumah itu
dengan berbagai impian dan harapan yang melebur
da bersiap agar terwujud
tapi ketika
detik berganti menit
menit berganti jam
jam berganti hari
hari berganti minggu
minggu berganti tahun
tahun berganti abad
rumah itu mulai rapuh dengan seiring
mulai hilangnya tawa dan canda
yang terganti dengan isak tanggis dan amarah
membuat semua impian itu
semakin jauh dari jangkauan tangan yang menginginkannya
semakin susah untuk di dekati
seperti ketika kita baru melangkah 1 pijakan
kita harus mundur 3 pijakan sekaligus...
dan semuanya akhirnya
hanya menjadi sebuah cerita dalam kenangan
yang hanya bisa di bagi kepada orang yang ingin mendengarkan
0 komentar:
Posting Komentar